English
 
 
Home
 
 
APIO NATIONAL WORKSHOP PDF Print E-mail

APIO NATIONAL WORKSHOP

EMPOWERING INDIVIDUAL SKILLS TO MEET GLOBAL CHALLENGE

IMPROVING MULTICULTURAL COMPETENCE
Becoming a Global Player


JAKARTA, HOTEL Grand KEMANG, Thursday 27 MARCH 2008

Meningkatkan Kompetensi untuk Membina Relasi dan Bekerja Sama dengan Beragam Etnik dan Bangsa

 

APIO NATIONAL WORKSHOP

EMPOWERING INDIVIDUAL SKILLS TO MEET GLOBAL CHALLENGE

IMPROVING MULTICULTURAL COMPETENCE
Becoming a Global Player


JAKARTA, HOTEL Grand KEMANG, Thursday 27 MARCH 2008

Meningkatkan Kompetensi untuk Membina Relasi dan Bekerja Sama dengan Beragam Etnik dan Bangsa

  

Dalam era globalisasi sekarang ini, perubahan yang terjadi dan terasa di tempat kerja antara lain adalah adanya perubahan komposisi demografik dari para pekerja. Data di Amerika Serikat saat ini menunjukkan bahwa pekerja kulit putih semakin menurun jumlahnya, dan 35% pekerja yang ada di Amerika saat ini berasal dari benua Asia, Afrika dan Amerika Latin, yang berbeda budayanya. Secara kasat mata, kondisi yang sama terjadi juga di Indonesia, walau yang pekerja Indonesia masih dominan, namun banyak kita lihat pekerja asing atau klien perusahaan dari negara Jepang, Korea, India, Cina, dan kulit putih dari Australia, Eropa maupun Amerika yang bekerja di Indonesia, baik di kota-kota besar atau di proyek-proyek di pelosok Indonesia. Mereka ada yang bisa berbahasa Indonesia walau terbata-bata, namun kebanyakan perlu belajar untuk dapat menyesuaikan diri dengan budaya kerja, dan adat istiadat setempat. Apa yang ‘biasa’ bagi kita dan kita anggap sebagai sesuatu yang ‘normal’ atau ‘wajar’, belum tentu juga berlaku demikian bagi mereka. Ini sungguh sesuatu yang tidak mudah.

Era globalisasi memang menyebabkan organisasi tidak hanya beroperasi di satu tempat, namun bisa beroperasi dimana saja di seluruh dunia. Bahan baku maupun produk yang dihasilkan pun berasal dari mana saja dan didistribusikan kemana saja di seluruh penjuru dunia. Konsekuensinya kita bisa bekerja dan berhubungan dengan siapa saja. Pekerjaan tidak hanya berada di negara kita sendiri, namun juga di luar negeri. Tempat kerja adalah sebuah kancah pertemuan budaya. Relasi kerja ditandai dengan bertemunya individu yang berbeda bangsa (baca: budaya) dalam kelompok kerja untuk mencapai target bersama. Tantangan ini tidak mudah. Bekerjasama dengan orang yang berbeda budaya bukan hal yang gampang, bahkan  juga bagi orang Indonesia yang sebetulnya  memiliki akar multikultural.

Kondisi ini menuntut kemampuan 3C atau Cross-cultural competence atau Intercultural competence, yaitu segenap kemampuan yang menyebabkan individu dapat beradaptasi secara efektif dalam lingkungan interkultural. Hal ini karena banyak bentuk budaya yang sifatnya ‘tersembunyi’. Seseorang yang interculturally competent  adalah seseorang yang dapat menangkap dan memahami budaya lain, dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan budaya lain karena ia bisa memahami konsep spesifik bagaimana individu dalam budaya lain itu berfikir, merasakan, dan memilih tindakan yang diambilnya. Seseorang yang interculturally competent  adalah seseorang yang bebas dari prasangka, sensitif, berminat dan terdorong untuk terus belajar dari hubungan yang dijalinnya dengan budaya lain.

Dalam dunia yang semakin mengglobal ini, kita perlu meningkatkan kecerdasan kultural atau cultural intelligence yang kita miliki dan menjadi individu yang interculturally competent. Dan melalui workshop Improving Multicultural Competence: Becoming a Global Player APIO mengajak kita semua untuk berkenalan dengan multicultural competence, dan menjadi individu yang interculturally competent sehingga menjadi  efektif dalam berbisnis, dan bisa menyesuaikan diri dengan baik di dalam lingkungan kerja maupun sosial. APIO ingin mengajak semua pihak untuk menyiapkan individu yang siap terjun dalam kerjasama antar budaya, baik yang bersifat hubungan internasional, maupun kemajemukan nasional.  

Workshop Improving Multicultural Competence: Becoming a Global Player ini akan berfokus pada model multicultural competence dalam konteks Indonesia, yaitu bagaimana  strategi orang Indonesia dalam membina relasi dan bekerjasama dalam kelompok yang sifatnya antar budaya, masalah-masalah apa yang dihadapi, dan bagaimana pemecahannya agar efektif. Workshop ini mendasarkan pada model yang dibangun dari konsep budaya dan data Indonesia. Hal ini diharapkan akan menambah wawasan dan pengenalan diri peserta agar siap memasuki arena persaingan global.

Workshop ini akan membekali Anda dengan pengetahuan tentang dinamika dalam hubungan antar budaya, dan sekaligus dengan kemampuan untuk meminimalisasi dan mengatasi problem-problem yang berkaitan dengan bagaimana membina hubungan interpersonal dengan etnik atau budaya yang berbeda. Dalam workshop ini Anda akan belajar bagaimana strategi orang Indonesia dalam menghadapi orang asing, dan bagaimana agar orang Indonesia bisa lebih efektif melakukan hubungan antar budaya. Di dalam workshop ini akan dibahas juga apa dan bagaimana Indonesian Multicultural Competence  (IMC), dan bagaimana IMC ini diperbandingkan dengan model multicultural budaya China.

 

TARGET PESERTA
 
Workshop ini didisain untuk membantu para profesional dan akademisi yang terlibat dalam kerjasama internasional, baik yang bekerja di perusahaan multinasional maupun yang klien atau konsumennya dari manca negara, atau organisasinya bekerja sama dengan pihak asing. Idealnya workshop ini diikuti oleh semua Manager yang berhadapan dengan tim kerja yang anggotanya multikultural; yang konsumen, partner bisnis, pesaing, pihak pemerintahan dan rekan bisnisnya berasal dari beragam budaya yang berbeda. Perusahaan Head-hunter/ Outsourcing, LSM Internasional, atau Human Resources Manager, Relation Manager, Project Manager, atau para Professional yang terlibat dalam proyek kerja sama dengan asing, baik dari organisasi profit maupun non profit yang kawasan cakupannya internasional ataupun menjangkau wilayah-wilayah di seluruh daerah dan pelosok Indonesia – perlu mengikuti workshop ini.

TUJUAN WORKSHOP

Workshop ini ditujukan agar peserta dapat:

  1. Menggali dinamika psikologis dari sebuah pertemuan budaya dan tantangannya.
  2. Mendapatkan gambaran tentang permasalahan dan strategi orang Indonesia dalam membina hubungan antar budaya.
  3. Memahami konsep intercultural competence yang dikembangkan dalam kajian internasional.
  4. Memahami  Indonesian Multicultural Competence (IMC): dimensi-dimensi IMC, alat ukur dan profil IMC,
  5. Memahami perbandingan IMC dengan model multicultural budaya China.

 

JADUAL & MATERI WORKSHOP

08.30 – 09.00 – Pendaftaran Ulang Peserta
                    Pembukaan

09.00 – 10.30 - The psychological nature of intercultural encounters

10.30 – 10.45 – Rehat kopi

10.45 – 12.15 - Indonesian challenges

12.15 – 13.00 – ISHOMA

13.00 – 14.00 - Intercultural competence: past, current, future

14.00 – 14.15 – Rehat kopi
 
14.15 – 16.15 - Development of Indonesian Multicultural Competence (IMC), and it’s
                       comparison wth China Multicultural Model

16.15 – 16.30 – Wrap-up
                    Penutupan

 

WAKTU DAN TEMPAT WORKSHOP

Kamis, tanggal 27 Maret 2008, jam 08.30 – 16.00 WIB
Di Hotel GrandKEMANG, Jalan Kemang Raya 2H, Jakarta Selatan

INSTRUKTUR

Dr. Hana Panggabean,Psikolog saat ini adalah anggota staf pengajar dari Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya, dan sejak September 2005 menjabat sebagai Ketua Program Studi Magister Profesi Psikologi Industri dan Organisasi. Ia yang mengembangkan IMC dan karya-karya akademiknya berfokus pada kajian tentang pengaruh budaya pada perilaku kerja, yaitu  mencakup komunikasi antar budaya, group diversity dan diversity management, corporate culture, dan perubahan/pengembangan organisasi. Dr. Hana Panggabean lulus sebagai psikolog dari Universitas Indonesia pada tahun 1994 dan memperoleh gelar S3 dari Universitas Regensburg, Jerman dalam bidang Intercultural Psychology.

Dr. Panggabean juga melakukan sejumlah kegiatan dalam konteks sebagai praktisi di bidang psikologi organisasi. Sebelum berprofesi sebagai dosen, Dr. Panggabean bekerja sebagai praktisi HR dengan bidang kerja meliputi rekrutmen/assessment, pengembangan sistem, pelatihan dan penelitian organisasi. Dalam masa kerjanya sebagai staf pengajar, beberapa kegiatan konsultansi yang dilakukannya juga meliputi assessment karyawan, workshop intercultural untuk akademisi, mahasiswa, dan kelompok peneliti serta memberikan sejumlah pelatihan dengan topik-topik manajemen SDM dan organisasi.

 

INVESTASI

Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah) per peserta, harga tersebut sudah termasuk materi, snack, makan siang, dan sertifikat dari APIO.

Diskon khusus sebesar 10 % bagi Anggota APIO, dan bagi satu perusahaan yang mengirimkan 3 orang peserta atau lebih.

Harga ’early bird’ sampai Senin, 17 Maret 2008 sebesar Rp. 1.600.000,- (satu juta enam ratus ribu rupiah).

Pembayaran dapat dilakukan melalui transfer ke rekening BCA Cab.Kenari
No. Rek. 068.3002132 a.n.B.K Indarwahyanti Graito

PENDAFTARAN & INFORMASI LEBIH LANJUT

Sigit – 0813 3513 0371
Sundari - 0813 1097 2689
Bertina - 0812 845 7085
Telp/Fax. Sekretariat APIO Induk: (021) 776 0208
 E-mail: This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it

Registration Form

 

APIO NATIONAL WORKSHOP
empowering individual skills to meet global challenge
 improving multicultural Competence: 
Becoming a Global Player
JAKARTA, HOTEL Grand KEMANG, Thursday 27 MARCH 2008

Meningkatkan Kompetensi untuk Membina Relasi dan Bekerja Sama dengan Beragam Etnik dan Bangsa

 

Name of Participants

  1. _______________________________________________________

Contact number / HP : ____________________________________
¨ APIO member    ¨ Non-member 

  1. _______________________________________________________

Contact number / HP : ____________________________________
¨ APIO member    ¨ Non-member 

  1. _______________________________________________________

Contact number / HP : ____________________________________
¨ APIO member    ¨ Non-member 

 

Institution or Company’s Name:________________________________________

Address __________________________________________________________
Tel ______________________          Fax _______________________
      E-mail ___________________________________________________

Please send this form before March  27, 2008 to
APIO Secretariat, Fax: 021 – 776 0208

 

SEKRETARIAT PENGURUS APIO INDUK
Ruko No.14 Mall Depok Jl. Margonda Raya 88, Depok, Jawa Barat 16423
Telp (021) 776 0208 Fax (021) 776 0208. HP Sekjen 0812 845 7085
 E-mail: This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it

 

 

 
< Prev